Rezeki Halal Sebagai Sumber Kebahagiaan Keluarga

Rezeki Halal Sebagai Sumber Kebahagiaan Keluarga

Pengertian Keluarga

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Di dalam perjalanan membangun rumah tangga, dalam satu rumah tangga, terjadi interaksi satu sama lain dan di dalamnya terdapat peran masing-masing.

Kebahagiaan keluarga diukur dari keberhasilan mendidik anak-anak dan istri, disamping ditunjang dengan rezeki halal yang diberikan kepada keluarga. Rezeki halal sebagai sumber kebahagiaan keluarga membentuk keluarga dan anggota keluarga dengan perilaku yang baik. Perilaku yang baik terbentuk karena rezeki yang diperoleh didapatkan dengan baik, sehingga menjadikan sebagai sumber kebahagiaan keluarga.

Keluarga Sejahtera

Keluarga sejahtera adalah dibentuk berdasarkan pernikahan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spritual dan materil yang layak. Pondasi yang kuat dalam pembinaan keluarga sejahtera ialah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang sama, selaras, seimbang antara anggota keluarga dengan masyarakat dan lingkungan.

Pembinaan Keluarga Sejahtera

Kehidupan modern saat ini banyak mempengaruhi pola pikir setiap orang. Setiap tanggung jawab dan aktivitas kerja di luar rumah menyita waktu. Dari hari ke hari, semakin padat aktivitas kerja oleh orang tua, sehingga mengurangi waktu kebersamaan dengan anggota keluarga. Oleh karena itu, penting kita pahami beberapa aspek yang penting untuk pembinaan keluarga untuk kehidupan sejahtera, yaitu:

Aspek Agama

Agama memiliki peran penting dalam membina keluarga sejahtera. Sebuah keluarga wajib berpegang pada ajaran agama agar dalam mencari rezeki yang halal dapat terwujud sejalan dengan ajaran agama.

Aspek Pendidikan

Pendidikan keluarga sangat berarti bagi sang anak sehingga mereka tidak mudah terjerumus dalam pergaulan yang buruk bagi masa depan mereka. Kebanyakan dari para orang tua menginginkan buah hati mereka tumbuh dewasa dengan akhlak yang baik. Oleh karena itu, disinilah peran orang tua dalam membangun karakter serta pola pikir anak.

Aspek Ekonomi

Dalam mencari rezeki yang halal untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, seorang kepala keluarga, yaitu Ayah, adalah pencari penghasilan atau nafkah yang utama, disamping itu juga Ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.

Dukungan aspek agama dan aspek pendidikan yang benar membentuk setiap anggota keluarga untuk mencari rezki dengan cara yang benar, memperolehnya dengan cara yang benar dan menggunakannya di jalan yang benar.

Aspek Sosial Budaya

Konsep sosial budaya mengacu pada interaksi dan hubungan sosial manusia dengan lingkungannya untuk mandiri dan dapat berinteraksi atau untuk saling membutuhkan, sehingga tercipta masyarakat dan kehidupan bermasyarakat, baik antar sesama anggota masyarakat maupun sesama anggota keluarga.