Pengertian Motivasi

Memotivasi adalah salah satu cara mempengaruhi akal dan jiwa anak yang benar. Motivasi belajar untuk anak tidak terbatas untuk mendukung anak sehingga berprestasi di bangku sekolah. Tetapi motivasi tersebut mendidik jiwa anak dengan baik dan benar.

Memotivasi anak untuk terus belajar dalam kehidupan mereka, sangat baik dan merupakan salah satu unsur pendidikan yang tidak boleh diabaikan. Memotivasi anak dapat dilakukan secara material maupun nonmaterial, dan hal ini pun tidak bisa dilakukan secara berlebihan. Memotivasi anak untuk belajar dilakukan dalam batas yang wajar.

Motivasi Belajar Untuk Anak

Motivasi belajar disini mempunyai peranan terhadap jiwa anak dalam mewujudkan kemajuan aktifitas positif yang membangun, dalam menumbuhkan kemampuan dan menyalurkan bakatnya. Motivasi untuk anak juga akan mendukung kontinuitas kerja dan mendorong anak untuk maju.¬†Dalam sebuah hadis Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam saat bersama dengan anak-cucu beliau, “Siapa yang lebih dulu sampai kepadaku maka ia akan memperoleh ini dan itu.”

Hal inilah yang harus dilakukan orang tua untuk memotivasi anak untuk belajar. Seorang anak mempunyai daya kreativitas tinggi, dan orang tua harus selalu mendukung dan menyemangati anak agar semakin maju dan berkembang. Selalu sediakan waktu untuk mendampingi anak, sehingga anak akan merasa orang tua mereka ada untuk mereka.

Peran Orang Tua dalam Motivasi Belajar Anak

Walaupun tugas dalam kehidupan sebagai orang tua mengambil banyak waktu, tetapi waktu untuk kebersamaan dalam keluarga sangat berharga. Waktu kebersamaan inilah yang lebih menghangatkan jiwa anak dan anggota keluarga lain. Waktu kebersamaan dengan keluarga lebih banyak dan bijak mengajarkan jiwa anak secara tidak langsung untuk menjalani kehidupannya ke depan. Dan ini tidak akan mereka dapatkan baik oleh guru mereka di sekolah maupun orang-orang dan teman mereka.

Motivasi belajar untuk anak dapat kita tunjukkan sebagai orang tua bahwa kita percaya kepada si anak. Percaya akan kemampuan si anak dengan tugas-tugas yang bisa dilakukannya dan orang tua tetap mengarahkan mereka. Beri anak kesempatan untuk melakukannya sendiri. Tahan diri untuk cepat-cepat turun tangan membantu anak melakukan sesuatu. Tanamkan pula sikap berbuat salah bukanlah dosa yang tak terampuni, dan bahwa nilai seseorang tidak selalu bisa dihitung berdasarkan kesempurnaan hasil kerjanya.

Dengarkan anak dan dorong dia untuk berpikir mandiri, belajar mempertahankan diri sendiri yang memerlukan kekuatan besar. Tempat terbaik untuk melatih anak menjadi orang yang percaya akan diri sendiri adalah di rumah. Hargailah ide-ide yang dinyatakannya dan katakan berulang-ulang kepada anak bahwa kita percaya dia bisa.