Pembagian Jenis Kata (Bagian 2)

KELOMPOK KATA

Dalam Pembagian Jenis Kata sebelumnya, telah kita ketahui bahwa kata-kata dalam suatu kalimat dapat diluas atau diperluaskan tanpa mengubah pola kalimatnya.

Contoh:

  • Adik → Adik saya
  • Tidur → sedang tidur

Kata yang sudah diperluaskan itu (adik saya dan sedang tidur) kita sebut kelompok kata atau frase.

Kita mempelajari juga bahwa pada umumnya setiap frase memiliki bagian inti dan bagian yang menambah keterangan kepada inti itu. Bagian inti disebut bagian yang diterangkan atau D. Bagian yang menerangkan atau bagian keterangan disebut M.

Dari pola hubungan antara bagian D dan bagian M ini, kita dapati contoh sebagai berikut:

  • D – M : adik saya, adik kecil, gadis kecil
  • M – D : sedang tidur, indah benar
  • bukan D – M, bukan M – D : kawan-lawan, dua-tiga

Telah kita ketahui pula bahwa setiap kata mempunyai tabiat, sifat atau perangai yang tertentu dalam kalimat. Oleh karenanya, kita mengenal kata itu menurut jenisnya (secara tradisional):

  • Kata Benda
  • Kata Sifat
  • Kata Kerja
  • Kata Keterangan
  • Kata Penghubung, dll

Dibawah ini akan kita pelajari bagaimana cara memperluas kata-kata benda, kata kerja, kata sifat dan kata keterangan.

FRASE NOMINAL

Kata benda dapat kita perluas dengan menambah keterangan sehingga terbentuk frase. Ada beberapa cara membentuk kelompok kata dari kata benda:

  • Menambahkan Kata Sifat (KS)
  • Menambahkan Kata Benda (KB)
  • Menambahkan Kata Bilangan (K.Bil)
  • Menambahkan Kata Ganti Penunjuk (K.Ganti Penunjuk)

Contoh:

  1. KB + KS : pelajaran baru, anak kecil, kapur pulas
  2. KB + KB : rumah papan, cat minyak, angin daratan
  3. KB + K.Bil : segi empat, orang kedua, anak pertama
    K.Bil + KB : empat segi, seorang anak, dua minggu
  4. KB + K.GP : dokter itu, minggu ini, pohon itu

Kita melihat bahwa contoh 3 diatas dapat mengambil tata urut D – M atau M – D. Kelompok kata-kata benda disebut juga frase nominal.

FRASE VERBAL

Kata kerja dapat kita perluas menjadi kelompok kata kerja, dengan cara:

  • Menambahkan kata keterangan (K. Ket)
  • Menambahkan kata kerja (KK) pada kata kerja

Contoh:

  • KK + K.Ket — duduk sendiri, menangis saja, berjalan terus
    K.Ket + KK — sudah tidur, amat mempesona, tetap bertahan
  • KK + KK — diajak pergi, datang menonton, masuk bekerja

Kita melihat bahwa contoh (1) dapat mengambil susunan D-M atau M-D. Kelompok kata-kata kerja  juga disebut frase verbal.

FRASE ADJEKTIVAL

Memperluas kata sifat dapat dilakukan dengan cara:

  • Menambahkan kata keterangan (K.Ket), atau
  • Menambahkan kata sifat (K.S) lain kepada kata sifat, sehingga terbentuklah frase kata sifat atau frase adjektival

Contoh:

  • K.S + K.Ket — bagus benar, mudah sekali, sulit nian
    K.Ket + K.S — sangat bagus, amat tinggi, agak cepat
  • K.S + K.S — cantik jelita, biru jernih, panas dingin

FRASE ADVERBIAL
Memperluas kata keterangan hanya dapat dilakukan dengan menambahkan kata keterangan lain. Sekelompok kata-kata keterangan ini disebut frase adverbial.

Contoh:

  • K. Ket + K.Ket — amat sangat, tentu saja, tidak tentu, masih harus, agak terlalu, … dsb

Dari bermacam contoh frase diatas mungkin terdapat kesan seolah-olah kelompok kata hanya dibentuk oleh 2 kata saja. Padahal sebenarnya tidak demikian. Kelompok kata dapat saja dibentuk oleh lebih dari 2 kata, akan tetapi pembentukannya atau prosesnya biasanya bertahap-tahap. Perhatikan contoh berikut ini:

  • Kain + sutera → Kain sutera
    Kain sutera + biru → Kain sutera biru
    Kain sutera biru + itu → Kain sutera biru itu
  • Belum + pernah — masuk + belajar/bekerja
    Belum pernah + masuk belajar/bekerja → Belum pernah masuk belajar/bekerja

Contoh lain:

  • Sekolah Menengah Atas Negeri Yogyakarta
  • Panitia pemugaran Makam Pahlawan Kusuma Negara
  • Profesor Doktor Haji Mansyur
  • Belum pernah membicarakan lebih lanjut
  • Agak terlalu berat sebelah
Recommended
Numeralia atau kata bilangan adalah kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya maujud (orang, binatang, atau…