Mengelola keuangan merupakan kenyataan yang harus dihadapi oleh setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dimana seseorang harus mengelola keuangannya dengan baik agar dapat menyeimbangkan antara pendapatan dan pengeluaran. Oleh karena itu, kecerdasan finansial menjadi hal yang perlu diperhatikan. Kecerdasan finansial merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengelola sumber daya keuangannya dan dengan kesejahteraan finansial sebagai tujuan akhirnya.

Konsep Dasar Literasi Keuangan

Literasi keuangan (financial literacy) dapat diartikan sebagai pengetahuan keuangan dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan. Literasi keuangan ini berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mengelola dan melakukan perencanaan terhadap keuangan.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), definisi literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan. Ketidakpahaman akan pentingnya literasi keuangan dapat mengakibatkan kurangnya akses ke lembaga keuangan sehingga mudah dipengaruhi oleh penjual produk keuangan, hal tersebut tentunya dapat menghambat dalam pembangunan ekonomi negara.

Pengertian Literasi Keuangan Menurut Para Ahli

  • Lusardi dan Mitchell (2010) mengartikan bahwa literasi keuangan adalah pengetahuan individu dalam mengelola informasi ekonomi untuk pengambilan keputusan.
  • Chen dan Volpe (1998) mengartikan literasi keuangan yaitu pengetahuan individu dalam mengelola keuangan.
  • Bushan dan Medhury (2013) mengatakan bahwa literasi keuangan adalah kemampuan individu untuk membuat pertimbangan dan membuat keputusan yang efektif terkait dengan manajemen pengelolaan keuangan.
  • The Association of Chartered Certified Accountants (2014) merumuskan bahwa konsep literasi keuangan mencakup pengetahuan mengenai konsep keuangan, kemampuan memahami komunikasi mengenai konsep keuangan, kecakapan mengelola keuangan pribadi/perusahaan dan kemampuan melakukan keputusan keuangan dalam situasi tertentu.
  • Lusardi (2012) menyatakan bahwa literasi keuangan terdiri dari sejumlah kemampuan dan pengetahuan mengenai keuangan yang dimiliki oleh seseorang untuk mampu mengelola atau menggunakan sejumlah uang untuk meningkatkan taraf hidupnya. Literasi keuangan sangat terkait dengan perilaku, kebiasaan dan pengaruh dari faktor eksternal.

Menurut Oseifuah, Emmanuel Kojo (2010), ada 3 indikator literasi keuangan, antara lain:

  1. Financial Knowledge: memiliki pengetahuan mengenai terminologi-terminologi keuangan
  2. Financial Attitudes: ketertarikan atau minat dalam memperbaiki pengetahuan keuangan
  3. Financial Behaviour: berorientasi untuk spending and saving (mengeluarkan dan menyimpan)

Faktor Tingkat Literasi Keuangan

Literasi keuangan (financial literacy) dapat diartikan sebagai pengetahuan keuangan dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan. Literasi keuangan ini berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mengelola dan melakukan perencanaan terhadap keuangan.

Mengelola keuangan merupakan kenyataan yang harus dihadapi oleh setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dimana seseorang harus mengelola keuangannya dengan baik agar dapat menyeimbangkan antara pendapatan dan pengeluaran. Oleh karena itu, kecerdasan finansial menjadi hal yang perlu diperhatikan. Kecerdasan finansial merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengelola sumber daya keuangannya dan dengan kesejahteraan finansial sebagai tujuan akhirnya.

Faktor Tingkat Literasi Keuangan

Tingkat literasi keuangan yang dimiliki setiap individu tentunya berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan faktor yang mempengaruhinya sehingga terjadi perbedaan yang signifikan antara individu satu dengan individu lainnya.

Adapun faktor yang mempengaruhi tingkat literasi keuangan menurut Susie dan Surya (2017) ialah:

1. Perilaku keuangan (financial behavior)

Perilaku keuangan berhubungan dengan tanggung jawab keuangan seseorang terkait dengan cara pengelolaan keuangan. Menurut Hilgert, Jeanne, dan Sandra (2003), menyebutkan bahwa perilaku keuangan seseorang akan tampak dari seberapa bagus seseorang mengelola utang, tabungan dan pengeluaran-pengeluaran lainnya.

2. Faktor Demografi

Dalam hal ini dikatakan bahwa perempuan dan etnis minoritas memiliki pengetahuan keuangan yang rendah. Sementara menurut Monticone, Chiara (2010) menyatakan bahwa laki-laki memiliki pengetahuan keuangan dan ekonomi makro yang baik.

3. Pendidikan

Variabel pendidikan sebagai human capital merupakan salah satu variabel yang diharapkan akan memberikan efek terhadap kesejahteraan seseorang. Variabel pendidikan berpengaruh pada produktifitas dan efisiensi kerja seseorang yang kemudian akan mempengaruhi real income individu atau rumah tangga (Rahmatia, 2004)

4. Latar Belakang Keluarga

Selain demografi dan kemampuan kognitif, literasi keuangan juga dilatarbelakangi oleh keluarga, seperti pendidikan orang tua terutama ibu. Jadi, pendidikan yang diperoleh dari orang tua atau keluarga dapat mempengaruhi pengetahuan keuangan seseorang (Tasya Desiyana, 2015)

5. Jenis Kelamin

Chen dan Volpe (1998) menemukan bahwa dalam hal literasi keuangan pada tingkat umum, perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Hal ini, Laronde dan Schmidt (2010) memperkuat temuan yang menyatakan bahwa literasi keuangan bentuk pengetahuan umum pada laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan.