Laporan keuangan merupakan ringkasan dari proses pencatatan, yang merupakan ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.

Laporan keuangan ini dibuat oleh pihak manajemen dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas yang dibebankan kepadanya oleh pemilik perusahaan. Disamping itu, laporan keuangan dapat juga digunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan lain, yaitu sebagai laporan kepada pihak-pihak di luar perusahaan.

Pengertian Laporan Keuangan

  • Munawir (2002: 2) menyatakan bahwa laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.
  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) (2007: 7) laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang disajikan dalam berbagai cara, misalnya: laporan arus kas atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
  • Dwi Prastowo D. dan Rifka Julianty (2002: 3) menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan obyek dari analisis terhadap laporan keuangan. Oleh karena itu, memahami latar belakang penyusunan dan penyajian laporan keuangan merupakan langkah yang sangat penting sebelum menganalisis laporan keuangan itu sendiri.
  • Eugene F. Brigham dan Joel F. Houston (2001: 78), laporan keuangan melaporkan posisi perusahaan pada suatu waktu tertentu dan operasinya selama beberapa periode yang lalu. Akan tetapi, riil dari laporan keuangan adalah fakta bahwa laporan keuangan dapat digunakan untuk membantu memprediksi laba dan deviden masa depan.

Fungsi Laporan Keuangan

Berdasarkan pengertian laporan keuangan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa suatu laporan keuangan berfungsi untuk:

  1. Mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan pada kurun waktu tertentu, melalui laporan historis yang secara sistematis memberikan informasi menyeluruh mengenai aktiva, hutang serta modal yang dikenal dengan nama Neraca (Balance Sheet)
  2. Mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan pada kurun waktu tertentu melalui laporan historis yang secara sistematis memberikan informasi menyeluruh mengenai penghasilan, biaya serta laba-rugi yang diperoleh, yang dikenal dengan nama Laporan Laba Rugi (Income Statement)
  3. Mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan pada kurun waktu tertentu melalui laporan historis yang secara sistematis memberikan informasi menyeluruh mengenai aktivitas investasi, pendanaan dan operasi selama periode pelaporan, yang dikenal dengan nama Laporan Perubahan Ekuitas (Statement of Owners Equity atau Statement of Stockholders Equity)
  4. Setiap laporan tersebut menyediakan informasi yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, namun saling berkaitan karena mencerminkan aspek yang berbeda dari transaksi-transaksi atau peristiwa-peristiwa lain yang sama.

Pengguna Laporan Keuangan

Pemakai laporan keuangan meliputi berbagai macam pihak, seperti: investor dan calon investor, kreditor, pemasok, kreditor usaha lainnya, pelanggan, pemerintah, karyawan, masyarakat, dan para pemegang saham.

Manajemen juga berkepentingan terhadap informasi yang disajikan pada laporan keuangan. Laporan keuangan disusun dengan tujuan untuk informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. (Prastowo, Juliaty, 2002: 5)

Kondisi Keuangan dan Kinerja Perusahaan

Ada tiga laporan keuangan dasar yang biasa digunakan untuk menggambarkan kondisi keuangan dan kinerja perusahaan, yaitu: neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas.

  • Neraca memberikan gambaran mengenai aktiva, kewajiban, dan ekuitas para pemilik perusahaan untuk periode tertentu
  • Laporan laba-rugi menggambarkan pendapatan bersih dari kegiatan operasional perusahaan selama periode tertentu
  • Laporan arus kas menggabungkan informasi dari neraca dan laporan laba-rugi untuk menggambarkan sumber penggunaan kas selama periode tertentu dalam sejarah hidup perusahaan. (Keown, 2001: 107)

Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan, termasuk juga skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan keuangan.

Dua jenis laporan keuangan yang dibuat umumnya oleh setiap perusahaan sesuai konsep dasar laporan keuangan adalah neraca dan laporan laba-rugi (biasanya dilengkapi dengan laporan perubahan modal). Meskipun neraca dan laporan laba rugi merupakan dua dokumen yang terpisah, akan tetapi keduanya mempunyai hubungan yang erat dan saling terkait serta merupakan suatu siklus.

Analisis Laporan Keuangan

Sofyan Syafri Harahap (1998: 189) berpendapat bahwa analisis laporan keuangan dijelaskan melalui arti masing-masing kata. Analisis yaitu menguraikan suatu unit menjadi berbagai unit yang lebih kecil. Sedangkan laporan keuangan adalah neraca, laporan laba, arus kas dan dana.

Dengan menggabungkan dua pengertian ini, maka analisis laporan keuangan berarti menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil. Dan melihat hubungannya bersifat signifikan atau mempunyai makna antara satu dengan yang lain, baik antara data kuantitatif maupun data non kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat.

Metode Analisis Laporan Keuangan

Menurut S. Munawir (2002: 36) ada dua metode analisis yang dapat digunakan, yaitu:

  1. Analisis horizontal. Yaitu analisis dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode sehingga dapat diketahui perkembangannya
  2. Analisis vertikal. Dilakukan apabila laporan keuangan yang dianalisis hanya meliputi satu periode. Yaitu dengan cara membandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya dalam laporan keuangan tersebut sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasional pada periode itu saja.

Metode analisis horizontal adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk beberapa tahun (periode) sehingga dapat diketahui perkembangan dan kecenderungannya. Disebut analisis horizontal karena analisis ini membandingkan pos yang sama untuk periode berbeda. Teknik analisis yang termasuk pada metode ini antara lain: analisis perbandingan, analisis trend (index), sumber dan penggunaan dana, perubahan laba kotor (Prastowo, Julianty, 2002: 54)

Metode analisis vertikal adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara menganalisis laporan keuangan pada tahun (periode) tertentu. Yaitu dengan cara membandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya pada laporan keuangan yang sama untuk tahun (periode) yang sama. Teknik analisis yang termasuk pada metode ini antara lain: analisis prosentase per komponen (Common Size), analisis rasio dan analisis impas (Prastowo, Julianty, 2002: 55)

Informasi Laporan Keuangan

Sesuai dengan konsep dasar laporan keuangan, analisis keuangan akan membantu dalam menilai prestasi manajemen di masa lalu dan prospeknya di masa depan. Dengan menganalisis prestasi keuangan, seorang analis keuangan akan dapat menilai apakah manajer keuangan dapat merencanakan dan mengimplementasikan ke dalam setiap tindakan secara konsisten dengan tujuan memaksimalkan kemakmuran pemegang saham.

Disamping itu, analisis semacam ini juga dapat dipergunakan oleh pihak lain (contohnya: bank) untuk menilai cukup beralasan (layak) untuk memberikan tambahan dana atau kredit. Sedangkan bagi calon investor untuk memproyeksikan prospek perusahaan di masa depan. (Sartono, 2001: 114)

Dari sudut pandang investor, analisis laporan keuangan digunakan untuk memprediksi masa depan. Sedangkan dari sudut pandang manajemen, analisis laporan keuangan digunakan untuk membantu mengantisipasi kondisi masa depan sebagai titik awal untuk perencanaan tindakan yang akan mempengaruhi peristiwa di masa depan. (Brigham, Houston, 2001: 114)

Munawir (2000: 2) menyatakan bahwa pihak-pihak yang berkepentingan dalam perusahaan, yaitu:

1. Pemilik Perusahaan

Sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaannya. Terutama untuk perusahaan-perusahaan yang pimpinannya diserahkan kepada orang lain seperti perseroan. Karena sesuai konsep dasar laporan keuangan, laporan keuangan tersebut menilai sukses atau tidaknya pimpinan perusahaan membangun bisnis mereka.

2. Manager atau Pimpinan Perusahaan

Dengan mengetahui posisi keuangan perusahaannya periode yang baru, maka perusahaan akan dapat menyusun rencana yang baik, memperbaiki sistem pengawasannya dan menentukan kebijaksanaan perusahaan yang lebih tepat. Bagi manajemen, yang penting adalah bahwa laba yang dipakai cukup tinggi, cara kerja yang efisien, aktiva aman terjaga dengan baik, struktur permodalan yang sehat dan bahwa perusahaan mempunyai rencana yang baik mengenai hari depan, baik dibidang keuangan maupun dibidang operasional.

3. Para Investor (Penanam Modal Jangka Panjang)

Para banker maupun kreditur lainnya sangat berkepentingan atau memerlukan laporan keuangan perusahaan dimana mereka ini menanamkan modalnya. Mereka ini berkepentingan terhadap prospek keuntungan di masa mendatang dan perkembangan perusahaan selanjutnya. Konsep dasar laporan keuangan ini bagi mereka untuk mengetahui jaminan investasinya dan untuk mengetahui kondisi keuangan jangka pendek perusahaan tersebut.

4. Para Kreditur dan Bankers

Sebelum mengambil keputusan untuk memberi atau menolak permintaan kredit dari suatu perusahaan, perlu mengetahui terlebih dahulu posisi keuangan dari suatu perusahaan yang bersangkutan. Posisi atau keadaan keuangan perusahaan peminta kredit akan dapat diketahui melalui penganalisaan laporan keuangan perusahaan tersebut. Hal ini akan dilakukan baik oleh kreditur jangka pendek maupun kreditur jangka panjang.

5. Pemerintah

Dimana perusahaan tersebut berdomisili, sangat berkepentingan dengan laporan keuangan perusahaan tersebut. Disamping untuk menentukan besarnya pajak yang harus ditanggung oleh perusahaan, laporan keuangan juga sangat diperlukan oleh biro pusat statistik, dinas perindustrian, perdagangan dan tenaga kerja untuk dasar perencanaan pemerintah.

Dari uraian diatas, dapat dikemukakan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bersifat umum, sehingga tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan informasi semua pihak. Oleh karena itu, tanggung jawab manajemen untuk menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi sehingga laporan keuangan yang disajikan dapat dipahami oleh semua pihak.

Tujuan Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang lengkap terdiri atas komponen-komponen, yaitu: neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

Tujuan laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2007) adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Ada empat ciri khas (karakteristik kualitatif) yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai menurut Standar Akuntasi Keuangan (SAK, 1994) yaitu:

  • Dapat dipahami
  • Relevan
  • Keandalan
  • Dapat dibandingkan

Pelaporan Keuangan

Pelaporan keuangan merupakan beberapa informasi keuangan yang disediakan perusahaan agar informasi akuntansi dapat dimanfaatkan. Proses pelaporan keuangan berusaha menyediakan data dan informasi bagi para pemakai informasi tersebut, agar dapat membantu mereka dalam membuat keputusan untuk pencapaian tujuan tertentu.

Pelaporan keuangan sebagai struktur dan proses akuntansi yang menggambarkan bagaimana informasi keuangan disediakan dan dilaporkan untuk mencapai tujuan ekonomi dan sosial negara.

Adapun tujuan pelaporan keuangan menurut Kieso, et al (Akuntansi Intermediate, 2004) ialah untuk menyediakan:

  • Informasi yang berguna bagi pemakai laporan keuangan untuk membuat keputusan investasi dan kredit
  • Informasi yang berguna bagi pemakai laporan keuangan untuk menilai dan mengukur prospek arus kas perusahaan di masa yang akan datang
  • Informasi mengenai sumber daya perusahaan, klaim terhadap sumber daya tersebut dan perubahan di dalamnya

Tujuan Analisis Laporan Keuangan

Menurut Bertein yang dialihbahasakan oleh Sofyan Safri Harahap (2003: 147) menyatakan bahwa tujuan analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:

  • Screening. Analisis dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi laporan keuangan perusahaan dalam memilih kemungkinan investasi atau merger
  • Understanding. Analisis dilakukan dengan tujuan untuk memahami perusahaan, kondisi keuangan dan hasil usahanya.
  • Forcasting. Analisis dilakukan dengan tujuan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan di masa yang akan datang
  • Diagnosis. Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah yang terjadi baik dalam manajemen, operasional, keuangan atau masalah lainnya.
  • Evaluation. Analisis dilakukan dengan tujuan untuk memulai prestasi manajemen dalam mengelola perusahaan.

Dari pernyataan diatas, dapat dikemukakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi atau untuk memberikan gambaran mengenai posisi keuangan dari satu perusahaan yang bermanfaat bagi pimpinan untuk merumuskan kebijakan perusahaan di masa yang akan datang.