Pengertian Biaya
Perkembangan dunia usaha yang meningkat ini menuntut perusahaan untuk tetap beroperasi dan berkembang sesuai dengan kemajuan zaman dan tujuan perusahaan yang semakin kompleks. Persaingan dalam dunia usaha menjadi meningkat dan penuh risiko.
Selain persaingan antar perusahaan, perusahaan juga harus memperhatikan faktor-faktor lain seperti peningkatan beban pajak, inflasi dan kebijakan-kebijakan atau deregulasi-deregulasi baru dari pemerintah. Hal-hal tersebut tentu menjadi pertimbangan perusahaan dalam menjalankan usahanya. Persaingan yang semakin meningkat menuntut perusahaan untuk merancang perencanaan dan strategi yang lebih unggul dari perusahaan lain.
Kelangsungan Hidup Perusahaan
Bagi suatu perusahaan, memperoleh suatu laba dan mempertahankan kelangsungan hidup adalah merupakan tujuan utama yang hendak dicapai. Untuk mencapai tujuan tersebut banyak masalah yang dihadapi oleh perusahaan, baik dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan, sehingga mengganggu kelangsungan hidup perusahaan.
Bagi perusahaan manufaktur yang kegiatan utamanya adalah produksi, biaya produksi merupakan komponen biaya yang paling besar. Bila perusahaan dapat memanfaatkan biaya produksinya dengan efisien, hal ini merupakan salah satu keunggulan penting.
Dalam mencapai efisiensi penggunaan biaya produksi ini, diperlukan perencanaan biaya yang sesuai dengan kondisi perusahaan. Perencanaan merupakan suatu proses yang akan membuat perusahaan peka, dalam pengertian mampu menyesuaikan diri terhadap ancaman-ancaman dan kesempatan-kesempatan yang ada.
Salah satu bentuk perencanaan adalah anggaran. Anggaran sebagai alat perencanaan serta pengendalian jangka pendek, merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang. Terdapat beberapa jenis anggaran, salah satunya anggaran biaya produksi yang merupakan salah satu alat yang dapat digunakan perusahaan dalam merencanakan biayanya. Dalam menyusun anggaran biaya produksi ini, sebelumnya harus ditentukan dahulu sasaran perusahaan, kemudian dapat dilakukan estimasi biaya untuk mencapai sasaran tersebut.
Estimasi biaya ini membantu perusahaan agar mampu menghasilkan satu unit produk sesuai biaya yang telah direncanakan, sehingga dapat dicapai efisiensi penggunaan biaya. Apabila terjadi perbedaan antara biaya dalam anggaran dengan realisasinya, maka selisih (varians) ini perlu dianalisis lebih lanjut, untuk menemukan penyebab terjadinya selisih dan pihak yang bertanggung jawab atas penyimpangan tersebut. Hal ini akan membantu perusahaan dalam merencanakan biayanya di periode selanjutnya sehingga efisiensi penggunaan biaya produksi dapat dicapai
Pengertian Biaya
Konsep dasar biaya telah berkembang sesuai kebutuhan akuntan, ekonom, dan insinyur. Akuntan telah mendefinisikan biaya sebagai nilai tukar, pengeluaran, pengorbanan untuk memperoleh manfaat. Sering kali istilah biaya digunakan sebagai sinonim dari beban. Beban dapat didefinisikan sebagai aliran keluar terukur dari barang atau jasa yang kemudian ditandingkan dengan pendapatan untuk menentukan laba.
Perbedaan antara biaya dan beban, dapat diilustrasikan melalui pembelian bahan baku secara tunai. Karena aktiva bersih tidak terpengaruh, tidak ada beban yang diakui. Sumber daya perusahaan hanya diubah dari kas menjadi persediaan bahan baku. Bahan baku tersebut dibeli dengan biaya tertentu, tetapi belum menjadi beban. Ketika perusahaan kemudian menjual bahan baku tersebut yang sudah diolah menjadi barang jadi, biaya dari bahan baku dibukukan sebagai beban di laporan laba rugi.
Setiap beban adalah biaya, tetapi tidak setiap biaya adalah beban
Dalam dunia bisnis, semua aktivitas dapat diukur dengan satuan uang yang lazim disebut biaya. Aktivitas itu merupakan pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran, material untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Tujuan bisnis adalah laba. Oleh sebab itu, setiap aktivitas harus diperhitungkan secara benefit cost ratio (perhitungan keuntungan dan pengorbanan)
Dari uraian diatas, dapat juga disimpulkan biaya merupakan pengeluaran yang akan memberikan manfaat untuk waktu atau periode akuntansi yang akan datang dan karenanya merupakan aktiva yang akan dicantumkan ke dalam neraca. Sedangkan beban merupakan pengeluaran yang akan dilakukan dalam proses produksi suatu barang atau prestasi guna memperoleh pendapatan. Pengeluaran ini dicatat dalam laba rugi.
Klasifikasi Biaya
Dalam dunia bisnis, semua aktivitas dapat diukur dengan satuan uang yang lazim disebut biaya. Aktivitas itu merupakan pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran, material untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Tujuan bisnis adalah laba. Oleh sebab itu, setiap aktivitas harus diperhitungkan secara benefit cost ratio (perhitungan keuntungan dan pengorbanan)
Apa itu Klasifikasi Biaya?
Klasifikasi biaya sangat penting guna membuat ikhtisar yang berarti atas data biaya. Klasifikasi ini penting bagi manajemen untuk memperoleh informasi dalam mengambil keputusan atau kebijaksanaan bagi perusahaan. Klasifikasi yang paling umum digunakan didasarkan pada hubungan antara biaya dengan hal berikut ini:
1. Biaya Dalam Hubungannya Dengan Produk
Klasifikasi biaya dalam hubungannya dengan produk terdiri dari:
a. Biaya Manufaktur
Biaya manufaktur juga disebut biaya produksi atau biaya perusahaan. Biaya manufaktur biasanya didefinisikan sebagai jumlah dari tiga elemen biaya: bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan overhead perusahaan. Bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung keduanya disebut biaya utama (prime cost). Tenaga kerja langsung dan overhead perusahaan keduanya disebut biaya konversi.
b. Beban Komersial
Beban komersial terdiri atas dua klasifikasi besar yaitu beban pemasaran dan beban administratif. Beban pemasaran mulai dari titik dimana biaya manufaktur berakhir. Beban administratif termasuk beban yang terjadi dalam mengarahkan dan mengendalikan organisasi.
2. Biaya Dalam Hubungannya Dengan Volume Produksi
Klasifikasi biaya dalam hubungannya dengan volume produksi terdiri dari:
a. Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya akan berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Semakin besar volume kegiatan semakin tinggi jumlah total biaya variabel.
b. Biaya Tetap
Biaya tetap adalah biaya yang jumlah total produksinya tetap dalam kisaran volume kegiatan tertentu
c. Biaya Semi Variabel
Biaya semi variabel adalah biaya yang jumlah totalnya akan berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan. Akan tetapi, sifat perubahannya tidak sebanding.
3. Biaya Dalam Hubungannya Dengan Departemen atau Seksi Produksi atau Segmen Lain
Dalam sistem klasifikasi biaya ini, departemen atau seksi adalah objek biayanya. Suatu bisnis biasanya dibagi menjadi beberapa segmen atau departemen atau seksi, yang berfungsi sebagai dasar untuk mengklasifikasikan dan mengakumulasikan biaya dan membebankan tanggung jawab untuk pengendalian biaya.
Saat produk melalui suatu departemen atau seksi, unit tersebut dibebankan dengan biaya yang dapat ditelusuri langsung dan biaya tidak langsung.
a. Departemen Produksi dan Jasa
Dalam departemen produksi, operasi secara manual ataupun dengan mesin, dilaksanakan langsung terhadap produk atau bagian-bagiannya. Biaya yang dikeluarkan departemen ini akan dibebankan kepada produk tersebut.
Departemen jasa memberikan jasa/pelayanan yang bermanfaat bagi departemen lainnya. Departemen jasa tidak terlibat langsung dalam proses produksi, namun biayanya merupakan bagian dari total overhead pabrik dan karena itu harus dimasukkan dalam biaya produk.
b. Biaya Bersama dan Biaya Gabungan
Biaya bersama (common cost) dan biaya gabungan (joint cost) adalah jenis biaya tidak langsung.
Biaya bersama biasanya ada di organisasi dengan banyak departemen atau seksi atau segmen. Biaya gabungan terjadi ketika produksi dari suatu produk menghasilkan satu atau beberapa produk lain tanpa dapat dihindari.
4. Biaya Dalam Hubungannya Dengan Periode Akuntansi
Dalam hubungannya dengan periode akuntansi, terdiri dari:
a. Pengeluaran Modal (Capital Expenditure)
Pengeluaran ini ditujukan untuk memberikan manfaat di masa depan dan dilaporkan sebagai aktiva.
b. Pengeluaran Pendapatan (Revenue Expenditure)
Pengeluaran ini memberikan manfaat untuk periode sekarang dan dilaporkan sebagai beban.
5. Biaya Dalam Hubungannya Dengan Suatu Keputusan, Tindakan atau Evaluasi
Dalam membuat pilihan diantara beberapa alternatif yang mungkin dilakukan adalah penting untuk mengidentifikasi biaya (pendapatan, pengurangan biaya, penghematan) yang relevan terhadap pilihan tersebut.
Untuk tujuan pengambilan keputusan oleh manajemen, biaya dikelompokkan ke dalam:
a. Biaya Relevan
Yaitu biaya yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan. Oleh karena itu, biaya tersebut harus diperhitungkan didalam pengambilan keputusan.
b. Biaya Tidak Relevan
Yaitu biaya yang tidak mempengaruhi pengambilan keputusan. Oleh karena itu, biaya ini tidak perlu diperhitungkan atau dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan.

